Rabu, 06 Desember 2017



 METODE-METODE MENGAJAR MATEMATIKA

   Metode mengajar merupakan suatu komponen di dalam kurikulum matematika.Agar suatu kurikulum matematika dapat tersusun menjadi suatu satuan yang utuh, maka diperlukan cara bagaimana seorang guru menyampaikan struktur-struktur dan konsep-konsep matematika kepada siswa sedemikian rupa hingga mereka ikut aktif berpartisipasi di dalam proses belajarnya yang diperoleh baik pengalaman praktis maupun pengetahuan teori. Pengalaman praktis dan pengetahuan teori ini saling memberikan stimulasi. Guru mengajarhingga siswa – siswanya dapat belajar. Karena itu seorang guru mengerjakan banyak hal yang berhubungan dengan fasilitas belajar.Berikut ini metode-metode mengajar yaitu :

1.      Metode ceramah

Metode ini merupakan suatu cara untuk menyampaikan ide atau memberikan informasi denagn berbicara.Cirinya, guru berbicara terus menerusdidepankelas, sedangparasiswasebagaipendengar.
Metode ini merupakan proses belajar mengajar satu arah, pembicara (guru) memberikan ide atau informasi dan pendengar menerimanya.
Secara umum, definisi dan rumus diberikan, dan dikerjakan oleh guru.Gurumemerintahkan, apa yang harusdikerjakandanbagaimanamenyimpulkan. Contoh – contohsoaldiberikan, kemudiandiberilatihansoal. Polapengerjaan guru diikutisecaratelitiolehsiswa.Siswahanyasekedarmenirukancara penyelesaian yang dikerjakan guru.

2.      Metode diskusi

Metode ini merupakan bentuk belajar mengajar di mana terjadi interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Diskusi dapat dilakukan dengan menggunakan kelompok–kelompok kecil atau seluruh kelas. Diskusi kelompok akan lebih bermanfaat bila setiap kelompok melaporkan hasil kegiatannya kepada kelas secara keseluruhan.
Laporan ini bermanfaat bagi para siswa, sebab mereka dapat saling mengetahui hasil setiap kelompok, mungkin hasilnya sama, namun cara penyelesaiaanya berbeda. Ini berarti pengalaman belajar para siswa bertambah. Setiap siswa dapat memberikan pendapatnya sehingga laporan itu menjadi lebih baik. Demikian pula guru dapat mengetahui apakah konsep – konsep yang telah diberikan dapat dipahami oleh para siswanya. Apabila terjadi kesalah pahaman terhadap suatu konsep, guru dapat segera dapat segera meluruskan kesalah pengertian itu.
  

3.      Metode belajar sendiri

Metode ini merupakan bentuk prosesbelajarperorangandibawahbimbingan guru. Metode ini dapat dipergunakan untuk satu matapelajaran yang berdirisendiri, sebagian dari suatu mata pelajaran atau atas prakarsasiswasendiri. Metode ini bermanfaat untuk memupuk ketrampilan dan kebiasaan belajar sendiri.

4.      Metode laboraturium 

Metodeiniberkaitandenganmetodebelajarsendiri.Sebenarnyabelajarmatematikaitutidaksekedarmembaca, tetapibelajarsambilbekerja.Bagianak-anakdidalamtahappersiapanoperasionaldanoperasikonkrit, belajarke”nglitisan”nyaitumemungkinkanmenemukankonsep-konsepataugeneralisasididalammatematika.Prinsipmetodelaboratoriumadalahbelajarsambil “nglitis,” belajarsambilmengobservasidanberjalandarikonkritkeabstrak.Siswatidakhanyamendengarkaninformasitetapiitujugamengerjakansesuatu.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar